Selasa, 29 Oktober 2013

AKAN SEPERTI APAKAH NEGARA KITA KE DEPANNYA?!!!
                Saya mengambil judul tulisan saya “Akan seperti apakah negara kita ke depannya” sebagai wujud atas keprihatinan saya dengan tingkah polah generasi muda sekarang yang menurut pengamatan saya sebagai seorang tenaga pengajar sudah sangat memprihatinkan.  Bukan saja dari segi tingkat intelektualitas yang bermasalah tetapi juga yang paling memprihatinkan buat saya adalah tingkat emosional dan spiritualitas anak yang rendah. 

Rabu, 23 Oktober 2013

FOTO KEGIATAN AGRIBISNIS PERIKANAN DI LOKASI PRAKERIN ANGKATAN V








FOTO - FOTO KEGIATAN PRAKERIN
SMKN 3 BULUKUMBA ANGKATAN VI








Senin, 07 Oktober 2013


MODUL AGRIBISNIS PERIKANAN
”MEMASARKAN HASIL BUDIDAYA”
















DI SUSUN OLEH :
HERMAN, S.Pi
nip : 19800801 200804 1 001














JURUSAN AGRIBISNIS PERIKANAN
SMK NEGERI 3 BULUKUMBA
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BULUKUMBA
Jl. Poros Lembang Bira Km. 6 kec. Ujung loe Kab. Bulukumba
Telp. (0413) 2586236

BAB 1  PENDAHULUAN

A.     Deskripsi
Unit kompetensi ini berlaku untuk memasarkan hasil budidaya perikanan yang meliputi : merencanakan sasaran dan target pasar, membuat strategi promosi, dan menentukan sistem penjualan  Unit ini merupakan unit yang sangat penting karena merupakan hilir dari kegiatan budidaya perikanan
Unit kompetensi ini berkaitan dengan semua unit – unit kompetensi di bidang : mengelola induk ikan, memijahkan ikan, merawat telur dan larva, melakukan pendederan, melakukan pembesaran, memproduksi pakan ikan, dan memanen hasil budidaya ikan
B.      Kompetensi Dasar
Ruang lingkup kompetensi dasar memasarkan hasil budidaya meliputi :
1.      Merencanakan sasaran dan target pasar
2.      Membuat strategi promosi
3.      Menentukan sistem penjualan

C.      Tujuan Akhir Pemelajaran / Terminal Performance Objective (TPO)
Setelah mempelajari unit kompetensi ini siswa diharapkan mampu memasarkan hasil budidaya perikanan sesuai dengan persyaratan bila disediakan sarana, prasarana, dan bahan yang dibutuhkan.









BAB II  PEMELAJARAN 

Kompetensi Dasar 1 : Merencanakan sasaran dan target pasar

A.       Tujuan Antara / Enabling Objective (EO)
            Setelah mengikuti kegiatan ini siswa mampu merencanakan sasaran pasar dan target penjualan.
B.        Uraian Materi
            Melakukan pemasaran sangat berbeda dengan melakukan penjualan  Melakukan penjualan adalah bagaimana perusahaan dapat menjual produknya dengan berbagai teknik promosi. Pahamnya adalah bila konsumen dirangsang untuk membeli, konsumen pasti mau membeli.  Ciri khas dari perusahaan yang berprinsip pada paham ini adalah melakukan promosi secara besar – besaran  Rencananya adalah untuk jangka pendek, dengan kata lain produk sekarang untuk dijual sekarang. 
            Melakukan pemasaran adalah bagaimana perusahaan memusatkan perhatiannya kepada kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) konsumen.  Konsumen membeli barang bukan hanya karena kebutuhannya, tetapi ada keinginan manfaat lain dari produk yang dibelinya.  Prinsip dasarnya adalah bagaimana perusahaan dapat melayani kebutuhan konsumen dan sekaligus dapat memberikan kepuasan.  Perusahaan yang memahami konsep ini biasanya mempunyai orientasi bisnis jangka panjang. 
            Perusahaan – perusahaan yang besar adalah perusahaan yang mampu menerapkan strategi dengan prinsip “pelanggan adalah kunci, pelayanan berkualitas, dan prestasi yang unggul” yang semuanya bermuara pada bagaimana memberikan kepuasan kepada pasar sasarannya. Definisi pemasaran yang dapat dijadikan pandangan dalam memahami pemasaran secara luas adalah proses sosial dan manajerial untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan individu atau kelompok pelanggan, melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran pada produk – produk yang bernilai.  Pemasaran dapat juga didefinisikan sebagai tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan bergerak barang – barang dan jasa dari produsen sampai konsumen.
            Definisi pemasaran tersebut mengisyaratkan bahwa untuk mencapai tujuan dari pemasaran, maka perusahaan harus memperhatikan seluruh proses sosial dan manajerial dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.  Sebelum menentukan strategi bauran pemasaran maka sebuah perusahaan harus menetapkan terlebih dahulu sasaran pasar dan target pasar.  Dalam pemasaran dikenal konsep bauran pemasaran yang meliputi produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan distribusi (distribution) .  Strategi pemasaran yang dikembangkan oleh suatu perusahaan selalu mengacu kepada keempat hal ini.
Segmentasi pasar adalah kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang sama, yang menyebabkan perbedaan dari kelompok pembeli untuk membeli suatu produk tertentu.
Target pasar sasaran adalah pasar yang menjadi tujuan penjualan produk dari perusahaan.  Target pasar ini dapat hanya satu segmen yang dipilih atau beberapa segmen.
Target penjualan adalah jumlah produksi yang direncanakan berdasarkan pada kapasitas produksi dan hasil analisa peluang pasar.

Rabu, 02 Oktober 2013


MERAWAT TELUR DAN LARVA

PENDAHULUAN


            Sejak diperkenalkan teknologi budidaya ikan laut melalui model keramba jaring apung (KJA) yang di Indonesia mulai dikenal sekitar tahun 1978 maka usaha budidaya terus meningkat dari waktu ke waktu.  Hal ini dibarengi dengan permintaan pasar komoditas tersebut untuk ekspor maupun lokal.  Beberapa jenis ikan laut yang ekonomis dan merupakan komoditas  budidaya umumnya ada tiga golongan yaitu kerapu, kakap, dan beronang.  Namun, sayangnya pemasokan benih ikan budidaya siap tebar masih mengandalkan dari usaha penangkapan di alam.  Dengan demikian, ada kemungkinan akan terjadi eksploitasi penangkapan ikan di alam secara berlebihan.  Hal ini tentu saja akan merusak keseimbangan ekosistem di masa mendatang.
            Sementara itu, usaha pemasokan benih dari usaha panti benih (hatchery) ikan laut baik skala lengkap (HSL) maupun skala rumah tangga (HSRT) belum mampu memenuhi permintaan.  Tentu saja, ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan secara ekonomis dimana permintaan masih lebih besar dibandingkan penawaran.  Dan pada prinsipnya teknologi pembenihan ikan laut sama meskipun jenis ikannya berbeda.  Indonesia merupakan daerah tropika dengan tipe habitat yang beragam mempunyai sumber daya induk ikan komersial yang potensial untuk dibenihkan.  Ada beberapa jenis ikan laut budidaya yang mempunyai prospek secara ekonomis untuk usaha pembenihan diantaranya kerapu, kakap dan beronang.

Selasa, 01 Oktober 2013


MEMBUAT ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN

          Lembaga tata niaga adalah badan – badan yang menyelenggarakan kegiatan atau fungsi tataniaga dengan mana barang – barang bergerak dari pihak produsen sampai pihak konsumen.  Ke dalam istilah lembaga tataniaga ini termasuk golongan produsen, pedagang perantara dan lembaga pemberi jasa.
          Golongan produsen adalah mereka yang tugas utamanya menghasilkan barang – barang.  Mereka ini adalah nelayan, petani ikan, dan pengolah hasil perikanan atau pengusaha.  Disamping berproduksi, mereka seringkali aktif melaksanakan beberapa fungsi tataniaga tertentu untuk menyalurkan hasil produksinya kepada konsumen.

Kriteria Kualitas Air
          Dalam kegiatan budidaya, kualitas air merupakan faktor yang sangat penting dan berpengaruh dalam menentukan berhasil tidaknya kegiatan budidaya perikanan.  Parameter kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan di Indonesia sudah dibuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990, tanggal 5 Juni 1990 tentang pengendalian pencemaran air.  Dalam peraturan tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu :
·         Golongan A = Kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu
·         Golongan B = Kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum
·         Golongan C = Kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan
·         Golongan D =  Kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, dan pembangkit listrik tenaga air.
Peraturan pemerintah tersebut biasa juga disebut Baku Mutu Lingkungan.  Baku mutu sendiri diartikan sebagai sesuatu Peraturan Pemerintah yang resmi yang harus dilaksanakan, yang berisi mengenai spesifikasi dari jumlah bahan pencemar yang boleh dibuang atau jumlah kandungan yang boleh berada dalam media ambien.  Baku mutu merupakan spesifikasi dari jumlah bahan pencemar yang mungkin boleh dibuang, tetapi tidak selalu merupakan peraturan resmi yang harus diikuti.
Beberapa istilah penting dalam Baku Mutu yang penting untuk diketahui adalah objective adalah tujuan atau suatu sasaran ke arah mana suatu pengelolaan lingkungan ditujukan.  Misalnya untuk melestarikan dan meningkatkan populasi suatu ikan di suatu perairan.  Criteria adalah kompilasi atau hasil dari suatu pengolahan data ilmiah yang akan digunakan untuk menentukan apakah suatu kualitas air atau udara yang ada dapat digunakan sesuai dengan objective atau suatu tujuan penggunaan tertentu.  Contoh kriteria dari suatu bahan pencemar dalam media air untuk kepentingan kehidupan suatu ikan adalah :
Konsentrasi pencemar           Pengaruhnya pada suatu ikan
0,01 mg/L                               - tidak ada pengaruh
0,05 mg/L                               - Ikan telah menderita tetapi masih dalam tingkat rendah
0,1 mg/L                                 - Kematian telah terjadi masih dalam tingkat rendah
0,5 mg/L                                 - Tidak ada yang dapat hidup
          Standard adalah satu set nilai numerikal dari konsentrasi atau jumlah suatu bahan kimia atau pencemar, suatu keadaan fisik atau lain – lain yang ada dalam media ambient atau yang berada dalam media limbah.

BAKU MUTU AIR PADA SUMBER AIR BAKU MUTU AIR GOLONGAN C (SK MENTERI NEGARA KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP NOMOR KEP-02/MENKLH/I/1988 TANGGAL : 19 JANUARI 1988

NO
PARAMETER
SAT.
KADAR MAX.
METODE ANALISIS
PERALATAN
KET.

FISIKA





1.
Temperatur
0C
Normal ± 3 0C
Pemuaian
Termometer

2.
Residu terlarut
Mg/L
2000
Gravimetrik
Timbangan analitik dan kertas saring 0,45 ┬Ám


KIMIA





1.
pH

6 – 9
Potensiometrik
pH meter

2.
Tembaga (Cu)
Mg/L
0,02
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer





-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

3.
Seng (Zn)
Mg/L
0,02
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer





-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

4.
Krom heksavalen (Cr6+)
Mg/L
0,05
-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

5.
Kadmium (Cd)
Mg/L
0,01
-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

6.
Raksa (Hg)
Mg/L
0,002
-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

7.
Timbal (Pb)
Mg/L
0,03
-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

8.
Arsen (As)
Mg/L
1
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer





-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

9.
Selenium (Se)
Mg/L
0,05
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer





-  Spektrofotometrik serapan atom
-  AAS

10.
Sianida (Cn)
Mg/L
0,02
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

11
Sulfida (S)
Mg/L
0,002
-  Titrimetrik
-  Buret





-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

12
Fluorida (F)
Mg/L
1,5
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

13
Amoniak bebas
Mg/L
0,016
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

14
Nitrit (NO2-N)
Mg/L
0,06
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

15
Klorin bebas (Cl2)
Mg/L
0,003
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

16
Oksigen terlarut
Mg/L
-
-  Titrimetrik
-  Buret
Disyaratkan >3.
17
Senyawa aktif biru metilen
Mg/L
0,2
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

18
Fenol
Mg/L
0,001
-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer

19
Minyak & Lemak
Mg/L
1
-  Gravimetrik
-  Timbangan analitik





-  Spektrofotometrik
-  Spektrophotometer





-  Infra merah
-  IR




         












PERATURAN PEMERINTAH RI NOMOR 20 TAHUN 1990 TANGGAL 5 JUNI 1990

FISIKA



1
Suhu
oC
Suhu air normal ±3 oC
2
Zat padat terlarut
mg/L
1000


KIMIAWI




A. KIMIA ANORGANIK



1
Air raksa
mg/L
0,002

2
Amoniak bebas
mg/L
0,02

3
Arsen
mg/L
1

4
Fluorida
mg/L
1,5

5
Kadmium
mg/L
0,01

6
Klorin bebas
mg/L
0,003

7
Kromium, valensi 6
mg/L
0,05

8
Nitrit, sebagai N
mg/L
0,06

9
Oksigen terlarut (DO)
mg/L
*Disyaratkan lebih besar dari 3
10
pH

6 - 9

11
Selenium
mg/L
0,05

12
Seng
mg/L
0,02

13
Sianida
mg/L
0,02

14
Sulfida, sebagai H2S
mg/L
0,002

15
Tembaga
mg/L
0,02

16
Timbal
mg/L
0,03


B. KIMIA ORGANIK



1
BHC
mg/L
0,21

2
DDT
mg/L
0,002

3
Endrine
mg/L
0,004

4
Fenol
mg/L
0,001

5
Minyak dan lemak
mg/L
1

6
Organofosfat dan carbamate
mg/L
0,1

7
Senyawa aktif biru metilen
mg/L
0,2


(surfaktan)




RADIOAKTIVITAS



1
Aktivitas Alpha
Bq/L
0,1


(Gross Alpha Activity)



2
Aktivitas Beta
Bq/L
0,1


(Gross Beta Activity)



Keterangan :




mg     =  miligram




mL     =  mililiter




L         =  liter




Bq      =  BequerolLog




Logam berat merupakan logam terlarut