Kamis, 13 Desember 2018

Budidaya Perikanan Garda Terdepan Dalam Penyediaan Sumber Protein Yang Sehat

Akhir akhir ini kita dikejutkan dengan hasil penelitian dari Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Prof Dr Akbar Tahir yang mengatakan bahwa beberapa wilayah perairan di Indonesia saat ini telah dicemari mikroplastik, tak terkecuali perairan yang ada di sekitar Pulau Sulawesi. Lanjut dia, penelitian tentang mikroplastik dilakukan sejak Agustus 2014, dengan mengambil sampel ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar. Hasilnya, mikroplastik yang ditemukan lebih banyak dalam bentuk fragmen atau serpihan. "Dari 17 sampel jenis ikan yang jumlahnya 70 ekor, temuan kami hampir 30 persen mengandung mikroplastik. Bahkan dari 10 sampel ikan teri, 4 ekor ditemukan menelan mikroplastik," ujarnya (Sumber : tribun-timur.com dengan judul Hasil Penelitian Unhas: Ikan di Peraian Sulsel Mengandung Plastik, http://makassar.tribunnews.com/2018/12/06/hasil-penelitian-unhas-ikan-di-peraian-sulsel-mengandung-plastik). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan hasil tangkapan laut sebagai sumber protein yang selama ini kita konsumsi pun ternyata sekarang mulai meragukan untuk kita anggap sehat untuk dikonsumsi. Setelah selama ini, ayam potong sebagai salah satu sumber protein hewani yang murah dinyatakan kurang sehat untuk dikonsumsi dalam jangka panjang dan masyarakat dianjurkan untuk beralih mengkonsumsi sumber protein hewani yang lain yang lebih sehat yaitu ikan dan ternyata pun ikan laut telah terindikasi tercemar oleh mikroplastik yang tentu saja negatif impactnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.  
Dengan adanya hasil penelitian ini, mau tidak mau maka Kegiatan Budidaya Perikanan akan menjadi garda terdepan dalam menyediakan ikan sebagai pasokan sumber protein hewani yang selain terjangkau juga sehat bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.  Kenapa harus Kegiatan Budidaya Perikanan ??? Karena kegiatan budidaya perikanan merupakan kegiatan pemeliharaan ikan baik laut, payau maupun tawar yang dilakukan secara terkontrol dari ukuran larva sampai ukuran siap panen sehingga dapat meminimalisir terkontaminasinya ikan dari zat zat atau bahan bahan yang berbahaya.  Sehingga ikan hasil budidaya tentu saja Insya Allah dijamin dari kesehatan dan keamanannya.

Rabu, 14 November 2018

https://app.luminpdf.com/viewer/P9DpDHXLh7gZJM3ES/share?sk=cc90f2dd-947e-40c9-a27c-8f6d996bf364

Jumat, 09 November 2018

KEGIATAN PELATIHAN PKB BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR DI SMKN 2 PINRANG


Kegiatan PKB Guru Produktif Budidaya Perikanan Air Tawar di PB SMKN 2 Pinrang dilaksanakan oleh P4TK Cianjur kemarin mulai dari senin, 22 Oktober hingga Selasa, 06 November 2018 untuk gelombang I sedangkan untuk gelombang II mulai dari Jumat, 9 November hingga 24 November 2018. Peserta berasal dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan sedangkan pemateri dan penguji berasal dari tim P4TK Cianjur yaitu ibu Gusrina selaku pemateri dan bapak La Ode selaku penguji (semoga Allah, SWT merahmati keduanya, Aamiin) dan output dari kegiatan ini adalah tenaga pendidik yang profesional dan bersertifikat keahlian kluster Pembenihan Ikan Air Tawar dan kluster Pembuatan Pakan Ikan dengan tingkat level IV. Diharapkan tenaga pendidik yang telah dilatih dapat menularkan ilmu dan keahliannya kepada peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik, khususnya dibidang kejuruan yakni Budidaya Perikanan.